Salah
satu masalah sosial yang terjadi diperkotaan adalah masalah kepadatan penduduk
akibat Urbanisasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa
ke kota.
Urbanisasi
adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua Masalah kepadatan penduduk diperkotaan yang
setiap tahunnya bertambah disebabkan karena masyarakat desa percaya kalau kota
dapat memberikan kemudahan hidup (banyak lapangan pekerjaan). Sehingga banyak
penduduk pedesaan yang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan, sebagian
penduduk pedesaan yang merantau ke kota tidak memiliki modal pendidikan yang
tinggi atau keahlian. Sehingga hidup terlantar di perkotaan, tidak memiliki
pekerjaan yang tetap, tempat tinggal yang tetap bahkan tidak layak seperti
mendirikan rumah di bantaran kali, pinggir rel kereta, di kolong jembatan.
Persebaran
penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai
permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota
yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan,
fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain
sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan
keluarnya.
Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
- Kehidupan kota yang lebih modern
- Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
- Banyak lapangan pekerjaan di kota
- Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
Akibat urbanisasi
- Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
- Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
- Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
- Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan criminal
Latar
belakang Terjadinya Urbanisasi
Latar
belakang terjadinya urbanisasi pada negara industri maju dengan negara yang
berkembang mempunyai beberapa perbedaan yang terdiri dari:
1. Negara
Industri Maju.
Pada
negara industri maju, urbanisasi dimulai sejak industrialisasi, jadi industri
merupakan titik tolak terjadinya urbanisasi. Penduduk kota meningkat lebih lambat
dibandingkan di negara berkembang sedangkan pertumbuhan kota relatif lebih
imbang (perbedaan tidak besar), sehingga dikatakan “proses urbanisasi merupakan
proses ekonomi”
2. Negara
Sedang Berkembang
Urbanisasi
pada negara berkembang dimulai sejak PD II, urbanisasi merupakan titik tolak
terjadinya industri (kebalikan dari negara industri maju), penduduk kota
meningkat cepat sehingga urbanisasi tidak terbagi rata, semakin besar kotanya,
semakin cepat proses urbanisasinya, adanya konsep “Primate City”., sehingga
dikatakan “proses urbanisasi bersifat demografi”. Hal ini lah yang terjadi di
Indonesia saat ini, yaitu berduyun-duyunnya masyarakat desa ke kota sehingga
kota bertambah padat.
Pengendalian
Lingkungan Hidup
Ada beberapa
cara yang dapat dilakukan untuk pengendalian lingkungan hidup yaitu:
1. Upaya preventif
Yaitu upaya yang dilakukan dengan
cara penyuluhan dan pembinaan kepada
masyarakat secara langsung.
2.
Upaya represif
Yaitu upaya
yang dilakukan dengan memberikan atau menetapkan sanksi / hokum kepada mereka
yang melakukan pencemaran lingkungan.
Konsep
pengembangan kota hijau
Kota yang
dibangun dengan tak mengorbankan aset kota (terus-menerus memupuk semua aset):
manusia, lingkungan, dan sarana prasarana terbangun.
Kota Hijau pada dasarnya adalah sebuah konsep kota
yang ramah lingkungan, dalam hal mengefektifan dan mengefisiensian sumber daya
alam dan energi, termasuk mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi
terpadu, menjamin adanya kesehatan lingkungan, dan mampu mensinergikan
lingkungan alami dan buatan.
^ Terima Kasih ^
Sumber : FAHMYDDIN A.T S.T March
http://aswadnugraha.blogspot.com